2.000 KK di Tiga Desa Jadi Sararan PBDKI

2-000-kk-di-tiga-desa-jadi-sararan-pbdki

MALINAU-Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Kelaurga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau menggelar kegiatan orientasi bagi petugas pemuktahiran Basis Data Keluarga Indonesia (PBDKI) Kabupaten Malinau 2017. Kegiatan yang dipusatkan di ruang pertemuan Dinkes P2KB, pagi kemarin menghadirkan narasumber dari Provinsi Kaltara.

Ketua panitia penyelenggara yang juga Kabid Pelayanan pada Dinkes P2KB Malinau H Nursalam SKM menegaskan, jumlah peserta orientasi sesuai dengan jumlah petugas pendata yang telah ditetapkan serta berasal dari masing masing wilayah yang akan di data. Jumlah pendata Kabupaten Malinau adalah 10 orang dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 2.000 sasaran yang terbagi di tiga desa. Yaitu Desa Malinau Seberang 784 KK, Desa Malinau Hilir 362 KK dan Desa Malinau Kota 854 KK.

 

“Adapun sunber dana pelaksanaan orientasi bersumber dari dipa perwakilan BKKBN provinsi tahn 2017. Bagi petugas pendata PBDKI 2017 malinau semoga amanah dan mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” pinta H Nursalam.

 

Ditegaskan lagi, kegiatan ini untuk memperoleh data keluarga yang berkualitas dan terkini. Karena itu, perlu dilakukan pemuktahiran data keluarga yang dilaksanakan setiap tahun.  Oleh sebab itu, akan dilakukan pendataan PBDKI/pendataan baru keluarga indonesia di Kabupaten Malinau bakal dilaksanakan secara serentak selama satu bulan. Mulai dari 1 Oktober hingga 30 Oktober 2017 mendatang. “Untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi petugas pendata PBDKI Kabupaten Malinau, maka perlu diadakan orientasi bagi petugas pbdki/pendataan baru data keluarga indonesia dikabupaten malinau tahun 2017,” ungkap H Nursalam.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes P2KB Malinau dr Naomi Mua MKes menegaskan, pemuktahiran data seharusnya setiap tahun melakukan pendataan untuk dalam upaya intervensi dan permasalahan-permalasahan dalam keluarga. Hal ini juga menjadi acuan untuk program Indonesia Sehat program tunas sejahtera. “Jadi, untuk pendataan basis data keluarga Indonesia itu sebenarnya ada kaitannya dengan Dinas Kesehatan, ada berkaitan, program Indonesia Sehat. Tapi program Indonesia Sehat lebih pada keluarga ada masalah, atau persoalan apa dalam keluarga itu,” ungkap mantan Direktur RSUD Malinau ini.

Ditegaskan Namomi Mua, dalam keluarga banyak seperti kesehatannya, dan lainnya. Banyak data yang belum akurat dan masih banyak yang harus dilakukan validasi data. Tapi Dinkes P2KB Malinau akan lebih pada pendekatan langsung ke keluarga. Terlebih, sekarang sudah ada pendampingan RT, fokus dari keluarga. Sedangkan terkait dengan datanya itu dipegang oleh BKKBN dan data itutujuannya itu bisa memetakan permasalahan-masalahan yang ada dalam sebuah keluarga. “Pemuktahiran data ini seharusnya dilakukan sensus 5 tahun sekali. Tapi setiap tahunnya harus dimuktahirkan datanya,” tegasnya.

Meski dilakukan minimal tahun sekali, teragng Naomu Mua, tapi mulai dimuktahirkan setiap tahun dan ditahun 2017 ini baru mulai dan baru dalam tahap orientasi. Di Kabupaten Malinau sendiri ada beberapa petugas yang sudah ditentukan dan ditetapkan dibeberapa kecamatandari beberapa desa dan sudah jelas ada di desa.  “Petugasnya sudad diorientasi, petugasnya diberdayakan dari masyarakat atau kader kader PKK desa,” tukasnya.(ida/puu)

sumber : kaltara.proakal.co

WIDAYAT/RADAR TARAKAN

 

 

 

Tags : Malinau
menu
menu