Buang Limbah ke Sungai

buang-limbah-ke-sungai

 MALINAU - Tak hanya limbah perusahaan tambang. Limbah perusahaan atau unit-unit usaha pun diawasi ketat Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLH). Baik limbah yang masuk ke sungai maupun di darat.

Senin (31/7) kemarin misalnya, DLHD melakukan inspeksi ke beberapa unit usaha yang ada di kawasan kota. Antara lain unit usaha moulding kayu yang berlokasi di Jalan Raja Pandita Pulau Betung Desa Malinau Hulu. DLHD bersama Satpol PP dan Kantor Perizinan Terpadu terjun ke tempat usaha tersebut untuk melakukan pengecekan. Setelah ada laporan masuk dari warga bahwa unit usaha tersebut selalu membuang limbah ke sungai.

“Makanya kami cek karena ada laporan dari masyarakat berikut bukti,” ungkap Kepala DLHD, Frent Tomi Lukas saat berada di lokasi. Syamsudin, pemilik moulding tak mengelak. Ia mengaku kerap membuang limbah produksi ke Sungai Sesayap saat banjir.

Sebagai tindak lanjut atas kondisi itu, DLHD untuk sementara meminta pemilik menghentikan dulu kegiatan produksi. “Selesaikan sisa pekerjaan yang sudah dipesan orang, lalu setelah itu stop sementara sambil memenuhi persyaratan-persyaratan,” tegas Tomi. Termasuk persyaratan yang berkaitan dengan beberapa perizinan yang memang sudah kadaluarsa.

“Ada beberapa persyaratan yang harus diperpanjang. Silahkan di selesaikan. Kami tidak mempersulit. Justeru kami dorong kegiatan ekonomi seperti ini. Yang penting dipatuhi segala persyaratannya,”tambah Kepala Kantor Perizinan Terpadu, Tirussel STP yang ikut melalukan inspeksi bersama Kepala Satpol PP dan Damkar, Marson R Langub.

DLHD mengeluarkan peringatan teguran kepada pemilik dan meminta pemilik untuk membuat pernyataan tidak akan melakukan pembuangan limbah produksi ke sungai. “Tidak hanya ini. Semua kami awasi. Tindakan yang sama juga kami berikan pada unit usaha lain yang memang melanggar. Prinsipnya kami tertibkan supaya mereka beroperasi sesuai aturan. Mematuhi prinsip lingkungan dan memikiki perizinan yang lengkap dan resmi dari dinas terkait,” tutur Tomi.

Dalam hal ini Ia uga menegaskan bahwa pengawasan limbah tidak hanya ke sungai tetapj juga di darat. Meliputi seluruh unit usaha yang bergerak diberbagai bidang. (ewy/puu)

sumber : kaltara.prokal.co

EKO WIJIYANTO/RADARTARAKAN

 
Tags : Malinau
menu
menu