Bupati Minta Presiden Fokus Tangani Perbatasan

bupati-minta-presiden-fokus-tangani-perbatasan

MALINAU – Hari ini, Jumat (6/5) Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo kembali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan yang ketiga kalinya sejak dilantik tahun 2014 lalu, diharapkan membawa perubahan besar bagi Kaltara, tak terkecuali Kabupaten Malinau.

Kedatangan presiden ini juga dimanfaat para kepala daerah di Kaltara untuk menyampaikan pesan dan harapan agar daerahnya lebih mendapat perhatian dalam pembangunan. Seperti yang disampaikan Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si melalui media ini, ia berharap, di tengah penurunan pendapatan negara dan daerah, pemerintah pusat dalam hal ini presiden agar memprioritaskan pembangunan di wilayah perbatasan sesuai dengan salah satu Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu “Membangun Indonesia dari Pinggiran”.

“Akses-akses pembangunan itu kan jauh lebih maksimal di perkotaan, di pulau-pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Nah harusnya dengan adanya Nawacita-nya pak Jokowi ini kan, harusnya beliau (presiden, Red.) memprioritaskan daerah-daerah yang memang lemah sentuhan pembangunan infstrukturnya,” ujar Bupati Yansen TP kepada media ini melalui telepon, Kamis (5/10).

Maka dari itu, lanjut dia, harusnya pemerintah pusat lebih memperhatikan hal itu. Karena, tegas bupati, tidak ada istilah dalam pembangunan itu ada masyarakat kota dan masyarakat pedalaman. Semua warga Indonesia harus menikmati pembangunan yang menyeluruh dan merata.

Untuk itu, bupati meminta agar jangan terpengaruh dan terlalu fokus karena hanya ingin menciptakan pertumbuhan-pertumbuhan di kota saja, tetapi cobalah meratakan pembangunan dan fokus menangani perbatasan.

Paling tidak, lanjut Bupati Malinau dua periode berpasangan dengan Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah, S.Pd, M.Si ini, masyarakat perbatasan itu bisa menikmati pembangunan lebih cepatl agar setara dengan masyarakat Indonesia lainnya.

“Apalagi program pak Jokowi kan salah satu Nawacitanya membangun daerah pinggiran dan desa, otomatis harusnya kan aksesnya (pembangunan) harus dipercepat gitu. Seperti pembangunan kereta cepat, kereta api cepat. Ya harus jugalah cepat-cepat juga (pembangunan) di perbatasan,” singgungnya seraya bercanda siapa tahu seperti pembangunan transportasi kereta cepat, pembangunan infrastruktur di perbatasan Kaltara bisa menjadi pembangunan infrastruktur tercepat juga, supaya harga diri warga perbatasan terangkat sebagai wujud daripada harga diri bangsa. “Kehadiran negara itu harus nyata dalam bentuk fasilitas-fasilitas yang dibangun,” ungkapnya. (ags/puu)

sumber  : kaltara.prokal.co

AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

Tags : Malinau
menu
menu