Kodim Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla

kodim-gelar-apel-kesiapsiagaan-karhutla

MALINAU – Satgas Karhutla Kodim 0910 Malinau selalu siap dan berkontribusi dalam menangani kebakaran hutan. Hal ini ditunjukkan dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Gelar Pasukan mengatasi Hutan dan Lahan di wilayah Kabupaten Malinau, yang dilaksanakan di depan Mako Kodim 0910 Malinau, Jumat (7/9) pagi.

Selama setahun belakangan ini kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah Nasional seperti Sumatera, Jawa dan Kalimantan tentu menjadi salah satu ancaman yang cukup signifikan terhadap integritas Negara. Sebab, jika kebakaran hutan  itu terjadi di wilayah Indonesia khususnya Kalimantan tentu berdampak pada hubungan bilateral antara negara tetangga yang terdekat seperti Malaysia, Singapura dan negara lainnya dari kebakaran hutan tersebut.

Hal demikian diungkapkan, Komandan 0910/Mln, Letkol Kav Yudi Suryatin saat memberikan pengarahan dalam apel gabungan. Dijelaskannya, saat ini kebakaran hutan masih terjadi di salah satu wilayah di pulau jawa yakni probolinggo.

“Mungkin rekan-rekan sudah mengetahui dan melihat di beberapa media. Dan mungkin masih sampai sekarang dalam proses pemadaman,” ungkap Yudi. Melihat hal itu, sambung Yudi, kebakaran hutan itu terjadi bukan hanya faktor alam saja. Akan tetapi, keterlibatan manusia atau oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab terhadap kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Maka dari itu, kita harus dapat memilah dan memilih, apabila melakukan sesuatu hal, baik itu pribadi maupun perkelompok dengan melihat dampak-dampaknya,” jelasnya. Apalagi, ia menilai, beberapa lahan di wilayah Malinau terlihat cukup mengering atau masuk dalam musim kemarau. Bahkan sebagian besar di wilayah mengalami kekeringan tentu akan terjadi kebakaran.

”Jika dipicu dengan unsur kesengajaan dengan cara membakar hutan dan lahan tentu sangat berbahaya,” tegasnya. Oleh sebab itu, ucap dia, Presiden Joko Widodo telah mengintruksikan kesetiap jajaran pemerintahan mulai tingkat pusat hingga daerah maupun unsur TNI/Polri untuk membantu dalam penanggulangan kebakaran dan lahan.

“Karena apa, selain dampak negatif bagi kita, tentu juga berdampak pada hubungan yang tidak baik dengan negara tetangga yang merasakan kebakaran hutan itu,” jelasnya. Oleh karenanya, dirinya pun mengajak seluruh element baik di lingkungan Pemkab Malinau, Instansi vertikal hingga perusahaan yang ada di Malinau ini untuk dapat bersinergi dalam rangka pencegahan Karhutla tersebut.

“Melalui apel gabungan ini dalam rangka kesiapsiagaan dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Malinau ini,” ungkapnya. Tidak hanya itu, Yudi juga mengutip penyataan Presiden Joko Widodo yang mana apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di setiap wilayah dengan terindikasi pembiaran tentu akan diberikan sanksi.

“Tentu akan ada sanksi. Meski ada sanksi itu, tentu  secara tidak langsung tentu memotivasi kita untuk membantu pemerintah sehingga tidak terjadi hal-hal yang besar bahkan merugikan negara,” jelasnya.

Oleh karenanya, antara TNI/Polri serta instansi pemerintah daerah ditingkat bawah hingga perusahaan yang ada di wilayah Malinau untuk saling bekerjasama dalam melakukan pengawasan terhadap kebakaran hutan terutama bagi masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar.

“Peran kita bisa memberikan sosialisasi dan mengontrol agar bisa mengendalikan. Setidaknya apabila membuka lahan harus diperhatikan, jangan sampai ada sisa api yang bisa saja meluas,” imbuhnya. Begitu pula dengan peranan pihak perusahaan di daerah, Yudi berharap agar dapat membantu nantinya ketika ada kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Setidaknya bisa mengoptimalkan armada-armadanya seperti tanki air dan lain sebagainya,” pungkasnya. Untuk diketahui, dalam apel gabungan kesiapsiagaan karhutla tersebut juga dihadiri langsung Sekretaris Daerah Malinau Hendris Damus, Sekretaris Dishub, Kepala Satpol PP dan Damkar, serta beberapa perusahaan salah satunya Inhutani serta Kepala BTNKM.

Tags : Malinau
menu
menu