Masyarakat Berjanji Merawat dan Memeliharanya

masyarakat-berjanji-merawat-dan-memeliharanya

Membangun infrasturuktur di wilayah pedalaman dan perbatasan memang mempunyai tantangan tersendiri dan itu dulunya hanya sebatas mimpi. Mimpi mempunyai jalan dan jembatan seperti layaknya di daerah kota, nampaknya mulai terwujud bagi masyarakat Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu.

Sejak tahun 2013 lalu, jalan dan jembatan penghubung antar desa dan kecamatan di Pujungan dan Bahau Hulu mulai dibangun. Pembangunan ini sesuai dengan komitmen dari Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si bersama Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah, S.Pd, M.Si untuk membuka keterisolasian di semua wilayah Kabupaten Malinau, khususnya daerah pedalaman dan perbatasan yang dulunya masih, terpencil, tertutup, tertinggal dan terbelakang.

Pada hari Rabu lalu (19/7), langkah kaki warga dari dua kecamatan yaitu Pujungan dan Bahau Hulu bergerak maju dari rumah masing-masing menuju lapangan terbang (lapter) Desa Long Pujungan. Warga yang terdiri dari semua kalangan ini nampak berjejer kurang lebih 100 meter dari lapter. Mereka menunggu dan menjemput Bupati Malinau Yansen TP beserta rombongan yang direncanakan meresmikan Jembatan Rangka Baja Sungai Bahau yang dibangun sejak tahun 2013 dan selesai akhir tahun 2016 lalu.

Setelah mendengar suara pesawat yang ditumpangi bupati beserta rombongan yang akan mendarat, raut wajah masyarakat tampak bahagia walaupun sudah sekitar 1 jam menunggu di bawah terik mentari pagi.

Setelah sampai dan menyalami satu persatu masyarakat, bupati langsung menuju lokasi jembatan yang akan diresmikan. Mengawali acara, bupati bersama seluruh masyarakat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan juga menyanyikan Mars Gerdema. Setelah itu, bupati disuguhkan tari-tarian yang memukau dengan alunan alat musik asli masyarakat, yaitu Sampe dan Kulintangan.

Saat acara dimulai, Kepala Desa Long Pujungan Pendeta (Pdt) Larang Bawan diberi kesempatan mewakili masyarakat untuk mengungkapkan rasa bahagia dan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, dalam hal ini Bupati Malinau.

Dikatakan, Pdt Larang Bawan, masyarakat Pujungan dan Bahau Hulu mendukung penuh pelaksanaan pembangun yang dilakukan oleh Pemkab Malinau dan bahkan mendoakan semua pembangunan di Malinau, khususnya di Pujungan dan Bahau Hulu bisa terlaksana dengan baik.

“Kami tidak sangka-sangka (menyangka, Red.) jalan dan jembatan ini dirancang oleh pemerintah untuk membuka akses jalan yang menuju antar desa dan kecamatan,” ujarnya dihadapan bupati dan rombongan di lokasi peresmian Jembatan Rangka Baja Sugai Bahau, Rabu (19/7).

Mendengar laporan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman  (DPUPR-PERKIM) Kabupaten Malinau bahwa dana pembangunan jembatan cukup besar. Selaku warga Pujungan, ia mengucap syukur dan terimakasih atas perhatian dari Pemkab Malinau.

“Oleh karena pertolongan tuhan, Desa Long Pujungan, Kecamatan Pujungan sangat senang karena sudah ada jalan yang menghubungkan desa ke desa,” ungkapnya.

Dengan adanya jembatan ini, kata dia, dulu masyarakat hanya lewat sungai menggunakan perahu dan membutuhkan bahan bakar yang lumayan banyak. Namun, saat jalan dan jembatan ini ada, waktu perjalanan lebih singkat dan bahan bakar pun lebih hemat. Diakuinya, masyarakat Kecamatan Pujungan bahkan Bahau Hulu sangat senang karena jalan sudah tembus sampai ke Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau, walaupun saat ini masih belum bisa dilewati kendaraan roda empat, tapi sudah bisa dilewati kendaraan roda dua.

”Jadi kami sangat senang, karena bapak bupati peduli terhadap masyarakat di dua kecamatan ini. Kami dari masyarakat sangat senang dengan kepedulian ini,” ucapnya bahagia.

Ditambahkan, masyarakat mengharapkan ke depan agar jalan yang ada saat ini ditingkatkan kualitasnya menjadi lebih baik lagi, karena masih ada beberapa titik jalan yang tanjakannya masih terlalu tinggi dan agak susah dilewati.

Sementara itu, untuk perawatan jalan dan jembatan, masyarakat siap untuk menjaga dan merawatnya. “Saya harapkan kepada kita semua, masyarakat yang hadir pada saat ini, marilah kita bergandeng tangan untuk memelihara bangunan-bangunan yang sudah pemerintah berikan kepada kita,” ajaknya.

Camat Pujungan, Saul, S.Pd melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pujungan Eka Setiawan, S.STP, M.Si dalam sambutan mengatakan, peresmian Jembatan Rangka Baja Sungai Bahau ini merupakan catatan sejarah bagi pembangunan Indonesia, khususnya Kabupaten Malinau.

“Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan berkat-Nya lah pembangunan jembatan ini bisa selesai dengan lebih cepat, meskipun dengan tantangan yang lumayan sulit,” ujarnya saat menyapaikan sambutan mewakil Camat Pujungan yang saat acara sedang berobat ke luar daerah.

Sedikitnya, jelas Eka Setiawan, dua kali perahu yang mengangkut material jembatan karam dan tahun 2015 lalu juga terjadi kemarau yang membuat pendistribusian material menjadi tersendat.

Dengan dibangunnya jembatan ini, kata Sekcam Pujungan ini, banyak manfaat didapat. Selain bisa memperlancar arus lalu lintas antara desa Long Aran, Long Pujungan, Long Ketaman, Long Jelet, juga sebagai penghubung antara Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu.

“Jembatan ini merupakan penopang jalur ekonomi antar wilayah tersebut. Masyarakat Long Aran dapat menjual hasil kebunnya di Long Ketaman dengan mudah dan murah, demikian sebaliknya. Dengan lancarnya jalur ekonomi, tentu saja membuat pendapatan masyarakat meningkat,” katanya.

Jembatan baru ini menurutnya benar-benar multiguna dan sangat mendukung kehidupan masyarakat desa-desa disekitarnya. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya ia mewakili masyarakat Kecamatan Pujungan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak pemerintah daerah yang telah mewujudkan mimpi masyarakat mempunyai Jembatan Rangka Baja Sungai Bahau layaknya jembatan-jembatan yang ada di wilayah perkotaan.

“Dengan demikian banyak fungsi yang telah dicapai dengan pembangunan jembatan ini, pertama untuk perkembangan ekonomi masyarakat desa sebagai penghubung antar desa dan kecamatan dan memperlancar pembangunan daerah khususnya dalam mensukseskan salah satu program unggulan Kabupaten Malinau yaitu Beras Daerah (Rasda),” pungkasnya.(ags/puu)

sumber : kaltara.prokal.co

AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

 

 

Tags : Malinau

Berita terkait :

menu
menu