Pasar Inai Diusulkan jadi “Inai Smart Market”

pasar-inai-diusulkan-jadi-“inai-smart-market”

MALINAU-Bupati Dr Yansen TP MSi merespon positif pasar inai yang ada di Desa Kuala Lapang Kecamatan Malinau Barat diubah namanya menjadi “Inai Market”. Bahkan, Yansen TP menambahkan  nama kata “Inai Market” tersebut menjadi “Inai Smart Market” yang disingkat ISM sebagai salah satu upaya mengikuti perkembangan zaman.

Yansen TP menilai, para pedagang di pasar inai ini sekarang dinilai sudah cerdas-cerdas. Dulu, uang itu sangat kecil namun sekarang ini menjadi sangat besar. Hal ini dikarenakan ditabung. “Kecerdasan seperti ini  harus kita hidupkan dengan adanya Inai Smart Market juga. Kalau dalam Bahasa Indonesianya,  ya tetap juga artinya pasar inai,” terang Yansen TP dengan tersenyum.

Dikatakan, konsep pasar Gerdema atau yang disebut pasar Inai ini diperuntukkan bagi masyarakat pedagang dari sejumlah desa-desa yang menjual hasil produk pertanian dan perkebunannya. Juga sebagai ciri khas Malinau yang benar-benar menampilkan produk-produk lokal asli masyarakat Malinau. Kemudian didukung oleh Bank Kaltim yang membantu para pedagang dalam meningkatkan semangat berdagang dengan cara menabung setiap hari.

“Kalau dulu uang Rp.500 ribu sangat besar. Tapi sekarang kecil karena sudah ditabung setiap hari. Tidak terasa, mungkin sudah ada yang sudah mencapai Rp.10 juta tabungannya,” imbuh Yansen TP.

Yansen TP juga mengajak seluruh masyarakat Malinau untuk memberikan apresiasi kepada sleuruh pedagang pasar Inai ini. Sebab, pasar Inai ini sudah berkontribusi sekitar Rp. 600 juta setiap bulan untuk fluktuasi uang di Kabupaten Malinau yang akan singgah di pedagang-pedagang. Karena itu, keberadaan atau peran bank juga sangat menentukan ekonomi masyarakat.  “Mari, memberi dukungan  maksimal dalam upaya menumbuhkembangkan dan mewujudkan ekonomi masyarakat Malinau yang kuat,” tegasnya.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Yansen TP mengungkapkan bahwa maju atau berkembangnya sebuah daerah itu tergantung dari kuatan masyarakat di daerah itu sendiri. Bahkan, tempat juga tidak akan mengubah setiap diri seseorang jika orang itu sendiri tidak merubahnya.  Artinya, jika masyarakat melakukan suatu perubahan dengan cara yang baik dan berdaya saing, maka secara otomatis akan bersaing secara umum ditengah perdagangan global.

Namun, sambung Yansen TP, Pemkab akan terus mendorong hadirnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Yaitu pertumbuhan ekonomi yang mempertemukan kondisi makro dan mikro yang sejalan, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh semua masyarakat. Pemkab Malinau secara serius dan berkesinambungan mengembangkan sektor ekonomi riil dan padat tenaga kerja. “Seperti pertanian, pariwisata daerah, perdagangan dan sektor padat tenaga kerja lainnya dalam rangka penciptaan pertumbuhan ekonomi yang kokoh menopang perekonomian daerah melalui model Gerdema,” sebutnya.

Diaktakan, tanggung jawab pembangunan khususnya bidang ekonomi daerah bukan hanya milik pemerintah daerah saja, tapi seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Malinau. Karena itu, Pemkab Malinau mengajak semua pihak untuk membangun bersama Malinau ini sehingga dapat menjadi yang lebih baik lagi. Pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dengan majunya pembangunan di suatu daerah dan tingkat daya beli masyarakat. Berkaitan dengan itu, Kabupaten Malinau menjadi salah satu daerah tujuan para pencari kerja dan para pengusaha untuk mengembangkan usaha. Ini menunjukan bahwa Malinau ini memiliki peluang usaha dan peluang ekonomi yang cukup bagus untuk  di kembangkan.(ida/puu)

sumber : kaltara.prokal.co

Tags : Malinau
menu
menu