Pembangunan Perbatasan Dipertajam ke RT

pembangunan-perbatasan-dipertajam-ke-rt

MALINAU- Kabupaten Malinau memiliki 387 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di 109 desa di 15 wilayah kecamatan. Untuk diketahui, saat ini pembangunan Kabupaten Malinau lebih dipertegas dan dipertajam di tingkat RT dengan fokus utamanya.  Sedangkan pada program kerja pada masa jabatan periode pertama kepemimpinan Bupati Yansen TP dan Topan Amrullah lebih kepada desa melalui Gerakan Desa Membangun (Gerdema).

“Sekarang kami lebih fokus RT ke RT. Jadi, RT-lah asumsi perencanaan pembangunan daerah kami,” ungkap Dr Bupati Yansen TP,MSi.

Kecamatan perbatasan, disebutkan Yansen TP, ada lima yaitu Bahau Hulu, Pujungan, Kayan Hulu, Kayan Hilir dan Kayan Selatan yang semuanya juga berada di bentang  wilayah perbatasan. Ada pula 30 desa yang membentang di wilayah garis perbatasan dengan jumlah penduduk sekitar 10 ribu orang dari 5 kecamatan itu. Dengan kondisi itu, jika tidak segera dibangun jalan yang menghubungkan antara desa dan kecamatan,  maka dipastikan oleh Bupati Yansen TP tidak akan mengalami perkembangan apapun.

“Sampai kapan pun, daerah tidak akan bisa mengolah potensi pembangunan yang ada di daerah perbatasan.  Untuk akses darat ke Serawak, Long Nawang-Tapak Meraga itu sudah terbangun, kemudian dari Desa Apau Ping ke Long Banga juga ada “jalan tikus” sejak zaman dulu. Kemudian batas negara di Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir serta Kayan Selatan juga sudah ada. Lalu, ada pusat pertumbuhan kawasan dalam rencana tata ruang wilayah di Long Nawang, Long Ampung, Data Dian dan Pujungan. Jadi, ada empat wilayah kawasan strategis nasional,” sebut Yansen T P.

Oleh karena itu, tegas Yansen TP, sekarang ini semua kawasan yang ada kecamatannya harus dibangun karena semua tersebar luas penduduk di wilayah Kabupaten Malinau. Baik dari timur ke barat, dari utara ke selatan, semuanya ada komunitas sehingga perlu dibangun jalan.

Kemudian, Kabupaten Malinau memiliki 109 desa juga tersebar di seluruh wilayah di 15 kecamatan ini. “Tidak ada spot-spot yang kosong, tetapi jaringan atau jatak batas antara kota dengan pedalaman dan perbatasan ini cukup jauh,” tuturnya.

Dibeberkan Yansen TP, dari Malinau ke daerah perbatasan itu kurang lebih hampir 400 hingga 500 kilometer. Tetapi semua itu melintasi hutan belantara untuk sampai ke daerah perbatasan itu. Kemudian masuk ke bagian utara Kabupaten Malinau juga melintasi perbatasan melalui kecamatan yang terjauh. Oleh karena itu, mau tidak mau, harus membangun jalan untuk menghubungkan seluruh wilayah tersebut. “Kalau dulu ada kata orang, ngapain bangun jalan panjang-panjang hanya untuk mengurus 4 atau lima desa. Ini menurut saya, merupakan  pandangan yang sangat keliru. Karena itulah Kalimantan utara jadi tertinggal seperti ini,” tegasnya.

Dikatakan Yansen TP, jika dahulu siapapun pemimpinnya berpikir dan dimanapun untuk membangun jalan maka sudah dipastikan tidak akan tertinggal seperti sekarang ini. Oleh karena itu, seluruh Bappeda di 4 kabupaten dan satu kota di Kaltara ini untuk berpikir secara luas. “Yakni dimanapun juga penduduk Kalimantan Utara ini harus dibangun,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Malinau memiliki 15 wilayah kecamatan yang tersebar merata di seluruh wilayah baik di ibu kota, pedalaman hingga daerah perbatasan antara Kabupaten Malinau dengan Serawak, Malaysia. Hal inilah yang menyebabkan persoalannya mungkin menjadi  berbeda. “Ibarat kata itu, kalau tidak ada di sepanjang jalur dan kawasan tidak ada kecamatan, mungkin begitu menjadi persoalan,” tegas Bupati Dr Yansen TP MSi dalam paparan tentang program pembangunan yang sudah direncanakan Pemkab Malinau untuk membuka keterisolasian daerah sampai ke daerah pedalaman dan perbatasan di Malinau. (ida/fly)

sumber : kaltara.prokal.co

 

Tags : Malinau
menu
menu