Perusahaan Korea Survei Potensi Sungai Mentarang

perusahaan-korea-survei-potensi-sungai-mentarang

MALINAU- Potensi Sungai Mentarang kembali dilirik. Kali ini oleh salah satu perusahaan internasional terkemuka asal Korea, Hyundai Engineering & Conteuction Co.Ltd, yaitu untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Perusahaan Korea tersebut melihat langsung Sungai Mentarang dengan didampingi pejabat dari Kementerian ESDM, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR), dan Bagian Ekonomi Pemprov Kaltara, Selasa (14/3) lalu untuk melakukan survei potensi Sungai Mentarang.

Camat Mentarang, Franklin, Rabu (15/3) mengatakan, kehadiran rombongan perusahaan Korea tersebut adalah dalam rangka meninjau potensi Sungai Mentarang untuk PLTA. “Mereka, investor nanti akan melakukan kajian-kajian kemudian mempresentasikannya di Kementerian ESDM,” ungkapnya.
Hasilnya kemudian ditembuskan ke pemerintah provinsi dan Pemkab. Jika memang akan dibangun, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Keseriusan invesor Korea yang datang bersama Kementerian ESDM, DPUPR Kaltara untuk membangun PLTA tentu sangat diharapkan. Baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Camat Franklin juga mengutarakan hal tersebut. Sebab jika PLTA terbangun maka ketersediaan listrik di Malinau khususnya akan sangat maksimal. Bahkan akan memiliki stok daya besar yang dapat disuplai ke luar daerah. “Masyarakat juga berharap demikian. Rencana itu dapat terealisasikan,” ungkapnya.
Sebab, sebelum investor Korea datang meninjau telah masuk lebih dulu investor lain. Tetapi masyarakat disana belum mengetahui kelanjutannya.

Untuk diketahui, lama sebelum Hyundai Engineering & Conteuction Co.Ltd datang untuk berencana berinvestasi dibidang listrik, sebelumnya tahun 2013 sudah pernah masuk perusahaan sejenis, PT Alindo Kalimantan dan Aempire Energy Co. Ltd asal Cina. Bahkan perusahaan sudah bergerak lebih dulu dengan melakukan berbagai kajian. Pembangunan PLTA tidak hanya di Mentarang tapi dibeberapa tempat. Catatan media ini, perusahaan tersebut sudah menetapkan 11 titik untuk PLTA. Di Sungai Mentarang sendiri sudah ditetapkan 3 titik.

Pemkab Malinau sudah menjalin kerjasama dengan Perusda Intimung, yaitu dengan membentuk perusahaan yang akan mengerjakan proyek tersebut yaitu PT Kaltim Electricity (KE). PT KE bahkan sudah melakukan berbagai kajian dan sosialisasi terkait dengan rencana mega proyek listrik tersebut.

Ke-11 PLTA akan dibangun PT KE dalam 3 periode selama 20 tahun dengan investasi 11,539 miliar dolar US.(wh/Koran Kaltara)

sumber: humas.malinau.go.id

Tags : Malinau
menu
menu