SMPN 1 Malinau Kota Batal Jadi Sekolah Rujukan

smpn-1-malinau-kota-batal-jadi-sekolah-rujukan

MALINAU - Sebagai sekolah unggulan, maka punya kewajiban untuk mengembangkan semua potensi yang ada disekolah.  Kegiatan diadakan di sekolah ini bisa berupa workshop, seminar dan ada kewirausahaan. Seperti yang dilakukan oleh SMA negeri 1 Malinau beberapa waktu lalu.

Mereka menggelar bazar kerajinan siswa sebagai salah satu bentuk kewirausahaan  yang didalamnya  ada lomba-lomba, lomba masakan tradisonal.  

Kepala Bidang Pendidikan  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Malinau FX Brata Pujisusila MPd mengugkapkan, di Malinau untuk sekolah rujukan baru SMA Negeri 1. Namun tingkat SMP dibatalkan karena anggaran bantuan dari pemerintah pusat juga dibatalkan. Sehingga belum terlaksana untuk di tingkat sekolah SMP.

Tahun depan tetap Disdikpora akan mengajukan lagi untuk sekolah sekolah lainnya. Karena sekolah rujukan itu tidak hanya menjadi rujukan di kabupaten saja. Tetapi menjadi sekolah rujukan disekitar Malinau atau daerah terdekat. Seperti  KTT dan Nunukan khususnya SMA  Lumbis atau daerah lainnya yang bisa menjadi sekolah rujukan ke SMA Negeri 1 Malinau. Sedangkan untuk tingkat SMP itu seharusnya SMP Negeri 1 Malinau Kota.

“Tetapi saya tidak tahu permaslahannya dan dibatalkan jadi sekolah rujukan tahun 2016 ini. Sementara untuk SD yaitu SD 002 Malinau Kota dan untuk SDN 002 saat ini melaksanakan tahapan-tahapan sekolah rujukan,” terang FX BRaja pujisusila.

Selain sekolah rujukan, sambung FR Brata Pujisusila, di Kabupaten Malinau juga ada beberapa  sekolah model yang juga sudah melaksanakan workshop di beberapa titik. Seperti Malinau Kota, Malinau Barat Mentarang Dan Malinau Selatan. Dikatakan sebagai sekolah model itu karena belum sepenuhnya melaksanakan standar nasional. Namun demikian, sekolah model ini nantinya bisa merujuk ke sekolah rujukan untuk melengkapi 8 standar  nasional. Sehingga sekolah model itu nantinya dapat berimbas ke sekolah-sekolah lainnya. “Jadi setiap sekolah model itu, minimal memiliki dua atau lebih untuk sekolah imbas,” sebutnya.

Saat ini, sambung FX Brata Puji Susila, kegiatan sekolah model masih berisar pada workshop dan pelatihan. Untuk sekolah model di Kabupaten Malinau masih difokuskan pada sekolah yang ada di wilayah ibukota kabupaten saja.  Yaitu di Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Selatan dan Mentarang. Jumlah sekolah model ada  sekitar 15 sekolah. Kemudian setiap sekolah model ini memmiliki dua sekolah imbasnya. “Jadi seluruhnya,  ada 45 sekolah model dan sekolah imbas dan tahun ini harus berjalan,” terang Brata.

Dijelaskan pula, untuk pertanggung jawabannya dalam kegiatan impelementasi  di sekolah- sekolah akan dilaksanakan tahap tahapannya, mulai dari pelatihan pelatihan, workshop dan lainnya. Dari hasil itu, diimpelmenrtasikan ke sekolah. Sebab, untuk sekolah model itu masih dalam seputaran kegiatan metode pembelajaran ,kelengkapan admisnitrasi pembelajaran dan pengembangan model pembelajaran. “Belum dilalui oleh sekolah model kalau belum melakukan seperti itu,” tuturnya.(ida/aan)

sumber : kaltara.prokal.co

WIDAYAT/RADAR TARAKAN

Tags : Malinau
menu
menu