Terus Gali Potensi Pertanian

terus-gali-potensi-pertanian

MALINAU – Guna berpartisipasi dalam program swasembada beras, Kabupaten Malinau terus upayakan cetak sawah seluas 207 hektare tahun 2016.Kegiatan ini disinkronkan dan sejalan dengan program pemerintah pusat bekerjasama dengan TNI.

Kepala Bidang Pertanian Giram Barshobedie B.Sc, SE, M.Ap menjelaskan bahwa dari tahun 2015 Kabupaten Malinau yang sudah bisa dikatakan surplus beras  dengan jumlah 11 ribu ton. Dari 11 ribu ton yang dihasilkan, ada 8 ribu ton saja yang dikonsumsi masyarakat Malinau.

“Artinya, 3 ribu ton beras masih tersisa.Dari bulan lalu kita terus gencar lakukan cetak sawah, karena memang dalam data bisa dikatakan surplus beras, akan tetapi pola masyarakat yang masih terbiasa menyimpan beras di lumbung untuk keperluan sehari-hari. Meski demikian, masih ada petani yang belum semua memperjualbelikan,” ungkapnya.

Hal ini tidak bisa disalahkan karena memang sudah merupakan kebiasaan. Akan tetapi Ia bersama para petani yang sudah diberikan sosialisasi akan menyiapkan diri untuk mencari jalan lain yaitu dengan menanam padi modern yang bisa lebih cepat panen.

“Kita sudah berusaha dengan para kelompok tani untuk menanam padi modern karena rentan waktunya sangat terbatas. Katakanlah yang beras modern perlu waktu 3 bulan sedangkan padi lokal memerlukan waktu 6 bulan dalam rotasi penanamnya dan ada musim tanamnya,” jelasnya.

Seiring waktu, para petani yang  dibantu dengan padi modern akan membantu memenuhi kebutuhan panen dan  bisa lebih cepat serta masih ada cadangan panen. Dengan begitu masyarakat petani yang dulunya masih meyimpan hasil panennya diharapkan bisa segera menjualkan.

Selain itu Ia juga membeberkan program cetak sawah yang sudah berjalan baru-baru ini dengan menjalankan program pemerintah pusat yaitu dengan cetak sawah yang dilakukan di beberapa titik wilayah pertanian dengan menggandeng para petani.

“Kita juga telah jalankan cetak sawah bekerja sama dengan TNI dan para petani yang ada di malinau seluas 207 hektar dengan dana APBN yang tersebar di beberapa desa  seperti di Desa Tanjung Lapang 60 hektar,  daerah pusat 20 hektar dan di Malinau kota 30 hektar dan program sudah berjalan sampai saat ini hampir 60 persen,” pungkasnya. (ewy/zia)

Agussalam Sanip / Radar Tarakan

sumber : kaltara.prokal.co

Tags : Malinau
menu
menu