Tidak Semua Sekolah Laksanakan Full Day School

tidak-semua-sekolah-laksanakan-full-day-school

MALINAU-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Esly Parir SE MSi mengungkapkan, pelaksanaan full day school selama 5 hari di Kabupaten Malinau itu tidak secara serentak disemua sekolah.

Dikarenakan sifatnya hanya sekadar ujicoba terkait penerapannya bagi sekolah-sekolah yang dinyatakan siap melaksanakannya. Namun dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan Malinau telah menunjuk beberapa sekolah seperti di Kecamatan Malinau Kota di SMPN 1 yang bakal melaksanakan full day school, SMPN 1 Malinau Barat ,dan juga SMP yang di berada Kecamatan di Kabupaten Malinau.

“Hampir semua sekolah di setiap kecamatan minimal itu ada satu sekolah yang menerapkan,” terang Esly Parir kepada media ini.

Jadi, terang Esky Parir, dalam pelaksanaan ujicoba full day school itu tergantung dari pemerintah daerah masing-masing. “Kalau kita (Malinau) ini sudah sekian yang kita tunjuk dan melaksanakannya dan yang lain itu barang kali tahun depan, secara bertahap,”  imbuh Esly Parir.

kemudian soal ujicoba full day school, terang Esly Parir, yang selama ini terbangun pemahaman ditengah masyarakat bahwa belajar di sekolah dari pagi hingga sore. Menurut Esly parir, sebenarnya tidak seperti itu. Karena untuk tahun ajaran baru ini, ada beberapa sekolah yang ditunjuk yang melaksanan lima hari belajar karna tidak semua sekolah yang menjalankannya. “Mereka yang jamnya hari Sabtu itu dialihkan hari Senin atau Selasa sampai hari kamis. Karena seperti SD itu hanya menambah 30 menit saja. Sedangkan SMP itu 40 menit ,SMA 45 menit,” sebutnya.

“Guru guru pulang dulu, setelah itu dilanjutkan kembali ektrakulilkuler pada sore hari,” ungkapnya.Demikian juga yang berkaitan dengan ibadah atau shalat, sambung Esly Parir, bisa melaksanakan dalam kegiatan ekstra kurikuler tersebut.

Dalam ujicoba full day school ini, terang Esly Parir, Disdik Malinau juga akan melakukan evaluasi dalam jangka se tahun atau satu semester setelah berjalan. “Evaluasinya terkait dengan kemungkinan ada keluhan dari guru, dari siswa/siswi dan mungkin juga orang tua murid terhadap program ini, apakah memberatkan atau dinilai positif. Kemudian akan dicari solusinya. sehingga bisa berjalan dengan baik. Evaluasi dilakukan, paling tidak dalam satu semester,” jelasnya.

Sementara itu disinggung  soal pendidikan karakter, Esly Parir  juga menilai hal ini sangat penting. Karena dalam pendidikan penguatan karakter perlu diterapkan dihadapan siswa, sebagai contoh sebelum masuk murid berbaris terlebih dahulu  begitu masuk di kelas bersalaman dengan guru dan menyanyikan lagu kebangsaan. “Kalau di daerah lain itu hari liburnya pada hari Selasa, kita tidak seperti itu. Dan kemungkinan itu kebijakan daerah masing masing. “Karena belajar 5 hari tentunya, Sabtu itu anak anak bisa libur ,bisa berkumpul dengan keluarga, rekreasi ditempat lain dan menjadi hari berkumpulnya anak-anak dengan keluarga dan orangtua,” tukasnya.(ida/puu)

sumber : kaltara.prokal.co

 

Tags : Malinau
menu
menu