Tiga Desa Dapat Jatah 500 Sertifikat Tanah Gratis

tiga-desa-dapat-jatah-500-sertifikat-tanah-gratis

MALINAU - Terkendala transportasi, program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk masyarakat perbatasan Desa Long, Kecamatan Kayan Hulu batal dilaksanakan. Program pembuatan sertifikat gratis yang sebelumnya disebut dengan Prona tersebut selanjutnya dialihkan pada masyarakat Desa Langap Kecamatan Malinau Selatan.
“Ke Long Nawang kami alihkan ke Desa Langap. Karena terkendala transportasi dan medannya yang berat,” ungkap Febriawan Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah sekaligus Sekretaris Program PTSL 2017 Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Pada tahun 2017 ini Malinau mendapat jatah PTSL sebanyak 500 bidang lahan. Lebih banyak 200 bidang dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2016. Jatah pembuatan sertifikat tanah secara gratis tersebut diperuntukan buat 3 desa, yakni Desa Luso dan Sembuak Warod, Kecamatan Malinau Utara serta Desa Long Nawang yang kemudian diganti oleh Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan. Desa Luso mendapatkan jatah 126 bidang, Desa Sembuak Warod mendapat jatah 189 dan Desa Langap mendapat jatah sebanyak 185 bidang.
Porgram PTSL tersebut ditargetkan tuntas hingga akhir Mei ini. Untuk Malinau, sambung Febriawan, target tersebut dipastikan terselesaikan. “Itulah berkas-berkasnya,” kata Febriawan seraya menunjuk pada tumpukan maf berisi berkas-berkas kelengkapan PTSL warga dari desa-desa penerima jatah. Saat ini di lapangan para petugas dari BPN sedang sibuk menuntaskan kegiatan program tersebut, di Desa Luso dan Sembuak Warod. “Di Langap sudah kami lakukan. Seminggu lebih petugas di sana,” imbuhnya.
Di Desa Langap, petugas tak terlalu kesulitan mendata dari awal. Sebab sebelum program tersebut bergulir, di sana sudah siap 200 warga yang hendak mengajukan pembuatan sertifikat tanah, yang dikelola atau ditampung oleh pemerintah desa. “Sudah membayar untuk membuat sertifikat. Karena program ini masuk maka dana yang sudah disiapkan itu dikembalikan kepada masyarakat. Warga hanya diminta menyiapkan materai,” papar Febriawan.
Dari 200 usulan, 185 sudah terpenuhi oleh program PTSL. Sisanya akan dipenuhi lewat program serupa, yang diharapkan bisa masuk tambahannya antara Bulan Juli hingga akhir tahun. Pilihan lainnya, pembuatan dilanjutkan dengan dana dari sumber yang sudah ada. “Karena infonya didanai juga oleh APBDes (dana Gerdema),” ungkap Febri.
Adapun dalam hal penetapan penerima program tersebut, BPN menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah desa yang lebih tahu kondisi setiap warga desanya.(Koran Kaltara/wh)

sumber : humas.malinau.do.id

 

Tags : Malinau
menu
menu