Tumbuhkan Semangat Masyarakat untuk Membangun

tumbuhkan-semangat-masyarakat-untuk-membangun

MALINAU - Dalam upaya meningkatkan status sosial masyarakat di Kabupaten Malinau, Pemkab Malinau  ingin menumbuhkan semangat masyarakat.  Pertama, kata Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si  yaitu bagaimana membangun kesadaran hukum masyarakat dan kedua yaitu bagaimana mengaktifkan peran-peran dari masyarakat sendiri dalam perspektif pembangunan masyarakat dari desa.

“Program itu dicanangkan bukan hanya sekadar program, tapi kita ingin punya misi dan tujuan yang jelas arah yang dicapai,” terang Bupati Yansen TP dalam talk show bupati menyapa refleksi lima tahun Gerdema jilid 1 dan impelementasi Gerdema jilid II yang dipertajam dengan tiga program unggulan yang dipusatkan di ruang Tebengang kantor Bupati, Jalan Pusat Pemerintahan, Tanjung Belimbing, Selasa (3/5).

Dalam kegiatan yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam itu, Bupati Yansen TP menegaskan, 9 tahun kabupaten Malinau banyak kendala yang dihadapi. Karena masih tergolong dalam wilayah tertinggal terpencil, tertutup dan terbelakang. Ini persoalan harus dipecahkan  dan harus dipahami dengan baik oleh seluruh masyarakat dalam penerapan gerakandesa membangun (Gerdema).  “Dengan keadaan ini, Gerdema menjadi pilihan. Karena tidak lain kita tidak ingin melakukan kesalahan yang sama,” terangnya.

Menurutnya, Gerdema lahir memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada masyarakat dalam membangun Malinau dari Desa. Pembangunan ini juga tidak akan terwujud kalau tidak ada kepercayaan dan kekuatan dari masyarakat.   “Jadi, Percaya kepada rakyat untuk mengatasi persoalan-persoalan daerah khususnya di desa untuk membuka masa depan daerah sehingga masyarakat bisa dikatakan sejahtera dan berkeadilan,” terang Yansen TP  dalam acara yang dimoderatori oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof Dr Adri Patton MSi ini.

Dalam perspekstif Gerdema, sejak tahun 2012 ketika Bupati Yansen TP berpasangand engan Topan Amrullah memimpin Malinau juga mengucurkan dana Gerdema kepada setiap desa yang angkanya mencapai Rp.1 Miliar untuk setiap desa. Dengan jumlah desa Sebanyak 109 desa yang tersebar di 15 wilayah kecamatan, maka ada Rp.109 miliar dana Gerdema yang bergulir dan dikelola oleh pemerintah desa untuk membangun desanya.  “Ini merupakan komitmen Pemkab Malinau dalam menjalankan dan memberdayakan pemerintahan desa untuk membangun desanya masing-masing bersama masyarakatnya,” ungkapnya.

Agar dana yang diserahkan ke desa ini benar-benar bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat desa, terang Yansen TP, pemerintah daerah mempercayakan sepenuhnya kepada desa untuk mengelola dana desa itu berdasarkan kebutuhan yang disepakati bersama oleh masyarakat. Mekanisme melalui usulan program kegiatan yang ditetapkan berdasarkan skala prioritas dalam Musrenbagdes. “Karena semua persoalan yang terjadi desa dan masyarakat itu ya masyarakat dan desa yang lebih tahu. Jadi, tidak ada salahnya jika semua dipercayakan sepenuhnya kepada masyarakat. Persoalan dasarnya adalah  masalah sumber daya manusianya yang harus dibina, dididik dan dimatangkan,” terangnya.(ida/udn)

sumber : kaltara.prokal.co

WIDAYAT/RADAR TARAKAN

Tags : Malinau
menu
menu