Malinau
Buka Bimtek SAKIP, Asisten III: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak!
Rully Yulianti Pratiwi
24 February 2026
42 views

Buka Bimtek SAKIP, Asisten III: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak!

Malinau– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang berlangsung di Bandiklat pada Senin (23/2/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Francis, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Francis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPKP RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara yang hadir sebagai narasumber dan tim fasilitator dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, penyelenggaraan Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman, kompetensi, kapasitas, serta penyelarasan perangkat daerah dalam menerapkan SAKIP secara efektif dan berkelanjutan.

“SAKIP bukan sekadar kewajiban administratif atau penyusunan laporan tahunan semata. SAKIP adalah instrumen manajemen kinerja yang dirancang untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang kita kelola benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Francis menambahkan, penguatan SAKIP tidak hanya bertujuan mengejar nilai evaluasi dari Kementerian PANRB, melainkan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaporan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome).

Melalui kegiatan ini, ia berharap terbangun kesamaan persepsi dan budaya kerja berbasis kinerja di lingkungan pemerintah daerah.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memastikan adanya tindak lanjut nyata di masing-masing perangkat daerah setelah kegiatan selesai.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Malinau, Dhani Subroto, S.Hut., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam menerapkan SAKIP secara terpadu, sistematis, dan berkelanjutan.

Selain itu, Bimtek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas perumusan indikator kinerja utama (IKU) yang terukur, realistis, serta selaras dengan visi dan misi kepala daerah.

Bimtek ini dilaksanakan selama enam hari dan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 20 perangkat daerah, sedangkan gelombang kedua diikuti 23 perangkat daerah termasuk kecamatan.

Ia berharap melalui Bimtek ini dapat terbangun kesamaan persepsi, peningkatan kompetensi, serta komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi hasil.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Pemkab Malinau optimistis nilai dan kualitas implementasi SAKIP ke depan akan terus meningkat, sejalan dengan upaya membangun budaya kinerja yang lebih baik di lingkungan pemerintah daerah.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...