
Bupati Malinau Dorong Posyandu Jadi Garda Terdepan Pantau Kesehatan dan Pendidikan Anak
Malinau – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan pentingnya penguatan peran Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Di bidang kesehatan menjadi salah satu perhatian utama, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat, lingkungan yang sehat, hingga dampak kebiasaan merokok di dalam rumah terhadap tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Wempi pada rapat penyusunan program kerja Tim Pembina Posyandu Kabupaten Malinau Tahun Anggaran 2026 di Pondok Ulin, Rabu (7/10/2026).
Selain stunting, penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) juga perlu mendapat perhatian. Karena itu, kader Posyandu diharapkan memahami standar pelayanan minimal, langkah-langkah pencegahan, serta tata cara penanganan di lapangan.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang pola hidup sehat dan lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Tidak hanya kesehatan, Bupati Wempi juga menyoroti persoalan pendidikan anak. Ia mengungkapkan masih ditemukan anak usia sekolah dasar yang mengalami kesulitan membaca dan berhitung, bahkan hingga kelas VI.
Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama. Kepala desa dan lurah diminta aktif memantau kondisi anak-anak serta tenaga pendidik di wilayah masing-masing agar hak pendidikan dapat terpenuhi dengan baik.
Bupati Wempi menambahkan, pembinaan generasi muda tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga menyangkut mental, moral dan karakter.
Untuk itu, pengawasan terhadap berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, pinjaman online hingga paham radikalisme perlu dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga meminta kepala desa dan lurah lebih aktif turun ke lapangan. Pemerintah desa dan kelurahan harus mampu memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan hanya menunggu laporan. Harus turun dan melihat langsung kondisi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Bupati Wempi, setiap program yang telah disusun dan disepakati juga harus terus dievaluasi. Evaluasi diperlukan untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penyusunan program kerja tersebut, Pemkab Malinau berharap Tim Pembina Posyandu dapat semakin memperkuat koordinasi lintas sektor dan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan anak dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Malinau.




