
Dinas Ketahanan Pangan Malinau Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idulfitri 1447 H
Malinau – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi (11/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini merupakan program nasional yang diinisiasi pemerintah pusat dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malinau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Frent Tomi Lukas, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Program ini merupakan kegiatan rutin yang berasal dari program nasional pemerintah pusat. Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah ini selama satu hari dengan menjual berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, cabai, serta telur.
Menurutnya, harga yang ditawarkan kepada masyarakat lebih rendah dibandingkan harga pasar, dengan kisaran penurunan harga sekitar 15 hingga 20 persen.
“Misalnya untuk harga telur di pasaran sekitar Rp65 ribu per piring, pada kegiatan ini kami menjualnya sekitar Rp60 ribu. Jadi masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah,” jelasnya.
Untuk sumber pasokan, beras, minyak goreng dan gula diperoleh dari Bulog, sementara bawang merah dan bawang putih didatangkan dari agen di pasar induk. Adapun cabai berasal dari petani lokal, dan telur disuplai oleh peternak lokal di Kabupaten Malinau.
Pada kegiatan kali ini, Dinas Ketahanan Pangan juga menyediakan sekitar 100 piring telur lokal untuk dijual kepada masyarakat.
Tomi Lukas berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara lebih optimal di masa mendatang, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Harapan kami dari pemerintah daerah ke depan ada pendanaan khusus untuk kegiatan seperti ini, terutama menjelang hari raya. Selama ini kami belum memiliki anggaran khusus, sehingga apabila ada dukungan anggaran tentu pelaksanaannya bisa lebih maksimal,” pungkasnya.
Gerakan Pangan Murah ini disambut antusias oleh masyarakat karena membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri.




