Malinau
Lomba Kreasi Pangan Lokal Dorong KWT Perkuat Ketahanan Pangan dan Pencegahan Stunting di Malinau
Rully Yulianti Pratiwi
07 August 2026
4 views

Lomba Kreasi Pangan Lokal Dorong KWT Perkuat Ketahanan Pangan dan Pencegahan Stunting di Malinau

‎Malinau- Pemerintah Kabupaten Malinau terus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pencegahan stunting. Hal tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Malinau, Drs. Agustinus, M.AP, saat menghadiri sekaligus membuka Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau di area Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (6/8/2026).

‎ ‎Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah berbagai bahan pangan lokal menjadi menu yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi.

‎ ‎Dalam arahannya, Asisten II menekankan bahwa pemanfaatan pangan lokal tidak sekadar berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi bagaimana bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi makanan bergizi, khususnya bagi ibu hamil dan balita.

‎Ia menjelaskan, berdasarkan data hingga Juni 2026, terdapat 506 balita stunting dari total 6.169 balita di Kabupaten Malinau. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk KWT, kader Posyandu, keluarga, serta masyarakat di tingkat desa.

‎ ‎Menurutnya, pencegahan stunting perlu dilakukan mulai dari remaja putri, calon ibu, ibu hamil hingga balita. Karena itu, pemenuhan kebutuhan pangan bergizi berbasis bahan lokal menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan secara sederhana dan berkelanjutan.

‎Asisten II mendorong KWT agar tidak berhenti pada kegiatan lomba, tetapi mampu menjadi pelopor pengolahan pangan lokal di desa masing-masing.

‎ ‎“Saya berharap peserta tidak termotivasi hanya karena lomba. Setelah lomba selesai, resep dan produk yang sudah dibuat jangan berhenti begitu saja. Kembangkan, produksi dan kalau memungkinkan dijual, sehingga KWT tidak hanya menanam, tetapi juga mampu mengolah dan memasarkan hasilnya.” katanya.

‎ ‎Selain aspek gizi, pengembangan pangan lokal dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Produk hasil KWT dapat dikembangkan menjadi makanan olahan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

‎“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari halaman rumah masing-masing. Tanam apa yang bisa kita makan dan manfaatkan untuk kebutuhan keluarga.” ujarnya.

‎ ‎Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malinau akan terus mendorong pemberdayaan KWT melalui sinergi lintas perangkat daerah, termasuk dalam mendukung program ketahanan pangan dan pencegahan stunting.

‎ ‎“Jangan sampai ketika ada lomba baru kita menanam dan setelah lomba selesai kembali berhenti. Harapan kita KWT terus eksis, memanfaatkan lahan yang ada, menghasilkan produk dan memberikan manfaat bagi masyarakat.” tegasnya.

‎Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap pemanfaatan pangan lokal semakin berkembang, KWT semakin berdaya, dan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pencegahan stunting di Kabupaten Malinau.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...