Malinau
Pemkab Malinau Apresiasi Empat Tahun Pelaksanaan Program Sekolah ENUMA Indonesia, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Gerakan Literasi
Rully Yulianti Pratiwi
16 July 2026
12 views

Pemkab Malinau Apresiasi Empat Tahun Pelaksanaan Program Sekolah ENUMA Indonesia, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Gerakan Literasi

Malinau– Pemerintah Kabupaten Malinau mengapresiasi pelaksanaan Showcase dan Penutupan Program Sekolah ENUMA Indonesia yang telah berjalan selama empat tahun sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas literasi, numerasi, dan pembelajaran berbasis teknologi bagi anak-anak di Kabupaten Malinau.

‎Pada kegiatan tersebut, Bupati Malinau yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Agustinus, M.AP., menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Program Sekolah ENUMA Indonesia 2026, yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Malinau, pada Rabu (15/7/2026).

‎Dalam sambutan Bupati Malinau yang dibacakannya, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Litara, ENUMA Indonesia, seluruh pegiat Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pemerintah desa, dunia usaha, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi sejak tahun 2022 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malinau.

‎Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berani bertanya, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana.

‎"Pendidikan yang baik bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aman, mendorong anak untuk berani mencoba, serta tidak takut melakukan kesalahan," ujarnya.

‎ ‎Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Malinau. Pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program strategis, di antaranya Wajib Belajar Malinau Maju, Smart Government (SAGET), serta Program Desa Sarjana Unggul sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

‎ ‎Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, komunitas, hingga mitra pembangunan.

‎Pada kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa berakhirnya Program Sekolah ENUMA Indonesia bukanlah akhir dari gerakan literasi di Kabupaten Malinau.

‎"Sebuah program boleh selesai, tetapi semangat literasi tidak boleh berhenti. Praktik-praktik baik yang telah dibangun selama empat tahun harus terus dilanjutkan dan dikembangkan demi meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Malinau," tegasnya.

‎Sementara itu, Ketua Yayasan Litara, Edy Wahyu Sri Mulyono, menjelaskan bahwa Program Sekolah ENUMA Indonesia yang dimulai pada tahun 2022 awalnya dirancang berlangsung selama dua tahun. Namun, karena menunjukkan hasil yang positif, program tersebut diperpanjang hingga empat tahun.

‎ ‎Selama pelaksanaannya, program telah menjangkau ribuan anak di Kabupaten Malinau melalui 19 Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) yang membantu meningkatkan kemampuan membaca, berhitung, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta matematika.

‎ ‎Berdasarkan hasil evaluasi dan penelitian independen, program ini menunjukkan peningkatan capaian pembelajaran anak, khususnya pada aspek matematika dan bahasa Inggris.

Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis teknologi juga dinilai efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

‎Melalui kegiatan showcase ini, berbagai capaian, praktik baik, serta pengalaman selama empat tahun pelaksanaan program dipresentasikan sebagai inspirasi bagi pengembangan gerakan literasi di Kabupaten Malinau.

Pemkab Malinau berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga budaya membaca, belajar, dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan semakin berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia Malinau yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...