
Usai Yudisium, Sekda Malinau: Gelar M.Pd. Harus Dibuktikan Lewat Kinerja
Malinau – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., mengajak para lulusan Program Magister (S2) Pendidikan Inklusi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuktikan kualitas diri melalui pengabdian dan kinerja di tempat kerja.
Pesan tersebut disampaikannya usai menghadiri Yudisium Mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Inklusi UNY yang digelar secara daring dari Ruang Tebengang, Jumat (31/7/2026).
Menurut Sekda Ernes, yudisium menjadi penanda bahwa para mahasiswa telah sah menyandang gelar Magister Pendidikan (M.Pd.). Namun bagi aparatur sipil negara (ASN), penggunaan gelar tersebut tetap harus mengikuti ketentuan administrasi yang berlaku, seperti kepemilikan surat izin belajar maupun tugas belajar.
"Mulai hari ini teman-teman sudah bisa menyandang gelar M.Pd. Yang terpenting, jangan takut karena legalitasnya sudah jelas. Tinggal bagi ASN nanti mengikuti tahapan administrasi yang berlaku," ujarnya.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau yang terus memberikan dukungan kepada ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai skema, mulai dari izin belajar, tugas belajar hingga beasiswa.
Sekda Ernes mengungkapkan, komitmen tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah daerah lain. Menurutnya, kesempatan yang telah diberikan harus dibalas dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja.
"Ayo tunjukkan kembali di tempat Bapak dan Ibu bekerja bahwa gelar yang diperoleh hari ini benar-benar membawa manfaat. Tanggung jawab kita sekarang adalah membuktikan kemampuan dan memberikan pelayanan yang lebih baik," katanya.
Khusus bagi para lulusan Pendidikan Inklusi, Sekda berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan yang belum memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB).
Ia menilai para pendidik dituntut memiliki kreativitas dan kepedulian agar setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan itu, Sekda Ernes juga berbagi pengalaman saat menempuh pendidikan magister pada akhir 1990-an. Ia mengisahkan bagaimana perjuangannya membiayai kuliah di tengah keterbatasan penghasilan sebagai pegawai negeri.
Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih baik karena pemerintah telah membuka berbagai akses bantuan pendidikan bagi ASN. Karena itu, ia meminta para lulusan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Di akhir sambutannya, Sekda mengingatkan agar para lulusan selalu bersyukur atas capaian yang diraih dan terus mengembangkan kemampuan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Malinau.
"Pertama yang harus dilakukan setelah ini adalah bersyukur. Kalau kita bersyukur, kita tahu arti kata cukup, tahu arti kelimpahan, dan tidak akan pernah merasa kekurangan. Sekali lagi, selamat dan sukses untuk kita semua," tutupnya.



